Skip to main content

Puisi ini berjudul Kembalikan Moral Negeri ini!


Aku atas namaku yang selalu berpikir
Adakah alasan untuk negeriku menolak?
Adakah alasan untuk negeriku untuk bangkit?
Menolak dari ketidakadilan
Bangkit dari keterpurukan
Yang sampai saat ini hanya sebatas sentuhan moral yang rusak
Sentuhan yang menyudutkan isi sila
Pancasila!

Seumpanya aku juga harus berbincang kepada sila
Mungkin aku akan katakan " Bersabarlah!"
Maka aku jauh lebih ingat
Seberapa besar orang-orang mencintai negeri ini dengan hangat
Maka aku jauh lebih ingat
Seberapa besar orang-orang yang merusak jati diri negeri ini

Aku hanya risih
Setelah adanya dunia yang berbeda
Dunia itu seakan ingin menghentikan perjuangan
Sama halnya,
ideologi yang dulunya janji



                               Padang, 7 Desember 2016


Comments

Popular posts from this blog

TEKS CERPEN

  A. Pengertian Teks Cerpen Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra prosa yang bersifat fiksi dan memiliki satu konflik dalam ceritanya. Berbeda dengan novel maupun novelet, cerpen memiliki isi yang lebih sedikit. Umumnya sebuah cerpen terdiri dari 1.600 hingga 10.000 kata di dalamnya. Karena keterbatasan tersebut, cerpen akan lebih fokus pada satu alur atau plot, karakter utama dan beberapa karakter tambahan jika diperlukan, serta penyelesaian masalah yang ringkas dan efektif. Berikut beberapa pengertian cerpen menurut para ahli yang dapat membantumu untuk memahami sebuah cerita pendek. 1. Sumardjo dan Saini Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan di manapun yang mana ceritanya relatif pendek. 2. B. Jassin Cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian. 3. Nugroho Notosusanto Cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-ki...

Kumpulan Puisi _Diksi dan Isi Hati

ANTOLOGI PUISI OLEH "AKU" MAKA TUHAN BERCERITA

gambar: iqmal.com Karya Yesi Anggraini Yunengsih Antologi ini bagian dari kompetisi di Lingkar Puisi Nasional tahun 2016 BAB 1: MAKA TUHAN BERCERITA  [1] Senja yang Menunggu  Aku terbiasa mengaku rindu di saat Tuan bertanya Aku terbiasa bersandiwara jika ada yang berdusta Aku terbiasa berlagu di senja yang menunggu Bibirku yang mengaku ada satu yang tak lagi satu Bibirku yang terburu menyatu di antara belah ragu Padahal itu malu, malu yang harus menutup aku “ kenalkan arah yang harus dituju, akan menyapu seluruh dosamu hanya berbenah hati menunduk bisu” Lalu apa yang harus kau tuju? Hanya satu, menunduklah!  Ingatkan kembali siapa diri ini Padang, 21 Oktober 2016-10-21 [2] Surat Kabar dari Tuan Surat kabar dari Tuan bercerita akan zaman, ceritakan bahwa tanah kering tak lagi senang Surat kabar dari Tuan ceritakan awan tak lagi sayang jatuhkan buliran yang menggemang alam Surat kabar dari Tuan ceritakan dunia tak lagi...